Langit menduuuung banget.. duuuuhh paling males ni kalo suasana kayak gini.. mending hujan aja kan, lebih harmonis gitu suaranya.. eits ngeluh lagi nih.. gak asik ah ngeluh mulu, kalo mendung diprotes, hujan dibilang gak asik, panas dibilang nyiksa.. “maunya apa nih orang?” Gitu kata malaikat pengatur cuacanya.. hehe.. lebih enak itu “syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah..!” gitu kata band D’masive.. dah ah makin ngaco’ aja ni tulisan.. ngomong-ngomong dari tadi dah ngalor ngidul sebenernya kita mau bahas apa sih? Oooh iya judulnya tadi dah jelas ya.. hehe kita mau bahas tentang “Bersyukur”.
Sebulan yang lalu Zhee (nama penulis) pulang ke kampung halaman di Sumatera Selatan sana, berhubung Zhee sedang kuliah di Semarang jadi ada acara pulang kampung segala. Ketika itu langitnya terlihat indah sekali, mendung tebal, awannya juga menari-nari, petir dan gemuruh saling menyahut membentuk instrumen musik yang menggetarkan, suara hujan tidak kalah merdu dibanding gesekan pemain biola. Kilat berkelebat berkali-kali seolah Malaikat sedang mendokumentasi penduduk bumi yang tidak siap didakwa. Beberapa jam kemudian harmonisasi alam itu sedikit demi sedikit berhenti, kali ini langit benar-benar melukiskan keindahannya. Pelangi terlukis indah sekali, awan tebalnya tersibak angin dan berganti langit warna biru, ada beberapa suara merdu juga yang terdengar tapi bukan suara hujan, itu suara burung, benar-benar mengagumkan.
Waktu itu Zhee sendirian di rumah, karena seluruh keluarga sedang pergi ke rumah om. Zhee benar-benar kesepian, untung ada TV, kucing, dan makanan yg nemenin. Tapi gak asik juga ah kalo di rumah terus, akhirnya Zhee memutuskan untuk jalan-jalan ke kampung di jalan belakang rumah. Jeng jeng jeng sampailah Zhee di jalan itu, Zhee mampir ke “Rumah Bermain” (tempat belajar anak-anak kurang mampu), kebetulan ada kak Fati yang Zhee kenal waktu sholat jamaah dimasjid. Naiklah saya ke rumah bergaya khas palembang itu, rumah panggung bertiang pohon kelapa, dengan dinding dan lantai dari papan rempesan (limbah pabrik kayu), dan beratap daun nipah (daun pohon aren).
Waktu Zhee masuk nih anak-anak kecil pada ribut sekali, kak Fati ternyata belum datang jadi mereka asik bermain. Waktu mereka liat Zhee menenteng jajanan yang sengaja Zhee beli untuk mereka tadi siang, mereka langsung menyerbu Zhee bukannya salaman atau cipika cipiki kek tapi malah tangan Zhee yg diserbu (makanannya maksudnya). Tapi abis dapet jajanan kok mereka langsung tertib ya? Langsung duduk melingkar, rapiiiiiiiih sekali, wah jajanan Zhee bikin mereka duduk tenang rupanya. Aneh...! kayaknya bukan itu alesannya mereka tenang, Zhee menoleh ternyata ada kak Fati yg lagi cengar-cengir, yeeee Zhee-nya udah GR aja.. hehehehhehe...
Masuk ke materi, waktu itu kak Fati ngajarin banyak buat anak-anak kurang mampu itu. Terakhir sebelum pulang kak Fati tanya ke anak-anak “siapa yang tahu artinya bersyukur?”. Semua tunjuk jari, kak Fati memilih Galang, si gembul yang doyan makan. Galang bilang “bersyukur itu cepet-cepetan ngambil jajanan yang dibawa kak Zhee, terus langsung dimakan biar gak mubadzir”, semua tertawa. Banyak sekali jawaban anak-anak itu, tapi ada jawaban yang benar-benar berbeda dari seorang anak bernama Lily, Lily bilang,
“bersyukur itu tetep tersenyum waktu adek masuk rumah sakit, tetep bangga walaupun bapak ngambilin sampah, tetep kangen kakek sama nenek walaupun sering ketemu di kuburan, tetep sayang ibu walaupun sering marah-marah, Lily juga berusaha gak nangis waktu Ibu meninggal, soalnya Lily tahu kalo Lily nangis pasti semuanya ikut sedih, Lagian Lily kan masih punya semuanya, Lily punya kakak semua yang sayang sama Lily”
Semua terdiam setelah Lily menjelaskan arti bersyukur menurut versinya. Kak Fati memeluk gadis mungil yang sangat manis itu. Lily menagis terisak lama sekali. Semua tahu Lily anak paling pintar tapi perekonomian keluarganya kurang beruntung.
Singkat cerita sore itu saya pulang sambil termenung, ya Allah gadis sekecil itu sudah Engkau beri cobaan seberat itu. Seminggu yang lalu Engkau mengambil Ibunya dalam pelukan gadis kecil itu? Kemarin Engkau memberi rasa sakit untuk adiknya yang masih berumur 3 tahun, melihat nisan kakek & neneknya setiap hari meski dia tidak tahu kenapa? sedangkan dia baru berusia 7 tahun ya Allah... tapi gadis itu Engau beri hati yang besar dia ikhlas dan tidak mengeluh, sedangkan aku ya Allah..!! aku malu pada diriku sendiri, Engkau hanya membuat orang tuaku tidak berada dirumah satu hari aku sudah mengeluh, Engkau mengirimkan hujan penuh berkah aku menolaknya hanya karna tak bisa menikmati matahari untuk 1 jam, engkau datangkan matahari aku mengeluh panas.. Ya Allah.. Ya Rob.. ampuni hamba-Mu yang tidak pernah bersyukur ini..!! L
Teman-teman semuanya, Zhee harap kita semua bisa belajar dari Lily tentang bagaimana mensyukuri hidup yang sudah dikasih sama Allah. Kita itu tidak minta tangan aja dikasih sama Allah, kita tidak minta mulut juga dikasih sama Allah. Harusnya kita malu ya kalau tidak pernah mengucapkan terima kasih minimal “Alkhamdulillah”. Mulai hari ini apa pun keadaan yang Allah kasih ke kita kita wajib bilang terima kasih sama Allah.. oke? Siiip..
Penulis Esti Fauziah (Esti/Fa/Zhee)

2 comments:
sudah lama sekali rasanya tak mendengar nama "Zhee" menggema.. haha
ayow keluarkan, ekspresikan apa yg kamu miliki... :)
ahahhaha betuuulll.. mulai hari ini saya berjanji saya akan merawat blog ini seperti saya merawat jerawat saya.. (loh loh loh).. hehehe pokoknya merawat dengan baik.. :)
Posting Komentar
silakan yang mau berkomentar.. monggo.. ^_^