Oh My God,
sudah lama aku tidak menulis. Sampai deg-degan rasanya. Well sebelum aku banyak
bercerita, akan kuperkenalkan dulu diriku yang baru. Now I’m a techer in a
vocational high school. Tak kusangka aku akan menjalani profesi yang tidak aku
inginkan. But, I had forgotten that. And the fact is now here I’m, itu yang harus
aku pahami. Cukup mengenalku sampai disitu. Hari ini aku akan bercerita tentang
“Management Galau”.
Sebelumnya,
marilah sejenak kita renungkan arti kata galau. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, galau-atau bergalau-adalah sibuk beramai-ramai, sangat ramai,
berkacau (tidak keruan). Menurut Pak Mario Teguh, galau adalah perasaan tidak
damainya seseorang karena belum memiliki kejelasan. Menurut artikel-artikel
lain, galau adalah keadaan saat kita ragu akan apa yang ada sekarang. So? Sudah
tau maksud dari kata galau? Now time to know how to manage that condition! Yes,
kondisi dimana kta sedang GELISAH.
Today, 12
oktober 2013, yeeeeee hari sabtu, it’s Saturday body.. I’m soooooo happy, you
know why? Because Every Saturday I will meet my beloved :* ... Aku bangun pukul
4 pagi dengan penuh senyuman, aku bernyanyi sepanjang aku terjaga sampai
sepanjang perjalanan ke kantor pagi ini, “hari
yang kutunggu” begitu pikirku. Aku begitu gembira, berharap sesuatu yang baik
akan menyapaku sore ini, jujur saja, sudah lebih dari seminggu hal buruklah
yang lebih suka bertemu denganku. Masih kabar baik yang kudengar sampai pukul
10.20 WIB, I heared something that make me down. He’s will not coming here. Am
I shock? No..! Am I “Galau”? Yes..!! gak usah kaget gitu, remember, I’m still a
young woman who need a love.
Hiks, dia gak
kesini, impianku jatuh lebih rendah dari pada lantai yang ku injak. Mau ngapa-ngapain jadi males. Tak ada lagi
nyanyian seceria pagi tadi.. huaaaaaa :’( nangis ber ember-ember (lebay). Harapanku
untuk hari ini dan besok sederhana, aku ingin dia yang menjadi obat bagi luka
psikisku, hadir untuk membalutnya. Tapi tapi tapi... Temannya datang jauh dari
jakarta, mereka sudah lama tak bertemu, haruskah aku EGOIS?? Sudahlah aku tak
berhak atas hidupnya. Terima nasip saja.
So what should
I do? Biar lupa sama kegalauan? Yes, aku melakukan hal produktif sebanyak yang
aku bisa. Contohnya menuliskan cerita ini, sedikit mengurangi perasaan gelisah.
Lalu aku juga mencuci sepatu, membersihkan rumah, memasak, daaannnn banyak
lagi. Juga melakukan pekerjaan kantor yang tak perlu kukerjakan segera.
Apakah hilang
perasaan galauku? Tentu tidak. Tapi setidaknya aku bisa melupaknnya sampai aku
mendapatkan obat antI galaunya. Begitu caraku memanagement perasaan Galau yang
hinggap pada otakku hari ini.
Langit menduuuung banget.. duuuuhh paling males ni kalo suasana kayak gini.. mending hujan aja kan, lebih harmonis gitu suaranya.. eits ngeluh lagi nih.. gak asik ah ngeluh mulu, kalo mendung diprotes, hujan dibilang gak asik, panas dibilang nyiksa.. “maunya apa nih orang?” Gitu kata malaikat pengatur cuacanya.. hehe.. lebih enak itu “syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah..!” gitu kata band D’masive.. dah ah makin ngaco’ aja ni tulisan.. ngomong-ngomong dari tadi dah ngalor ngidul sebenernya kita mau bahas apa sih? Oooh iya judulnya tadi dah jelas ya.. hehe kita mau bahas tentang “Bersyukur”.
Sebulan yang lalu Zhee (nama penulis) pulang ke kampung halaman di Sumatera Selatan sana, berhubung Zhee sedang kuliah di Semarang jadi ada acara pulang kampung segala. Ketika itu langitnya terlihat indah sekali, mendung tebal, awannya juga menari-nari, petir dan gemuruh saling menyahut membentuk instrumen musik yang menggetarkan, suara hujan tidak kalah merdu dibanding gesekan pemain biola. Kilat berkelebat berkali-kali seolah Malaikat sedang mendokumentasi penduduk bumi yang tidak siap didakwa. Beberapa jam kemudian harmonisasi alam itu sedikit demi sedikit berhenti, kali ini langit benar-benar melukiskan keindahannya. Pelangi terlukis indah sekali, awan tebalnya tersibak angin dan berganti langit warna biru, ada beberapa suara merdu juga yang terdengar tapi bukan suara hujan, itu suara burung, benar-benar mengagumkan.
Waktu itu Zhee sendirian di rumah, karena seluruh keluarga sedang pergi ke rumah om. Zhee benar-benar kesepian, untung ada TV, kucing, dan makanan yg nemenin. Tapi gak asik juga ah kalo di rumah terus, akhirnya Zhee memutuskan untuk jalan-jalan ke kampung di jalan belakang rumah. Jeng jeng jeng sampailah Zhee di jalan itu, Zhee mampir ke “Rumah Bermain” (tempat belajar anak-anak kurang mampu), kebetulan ada kak Fati yang Zhee kenal waktu sholat jamaah dimasjid. Naiklah saya ke rumah bergaya khas palembang itu, rumah panggung bertiang pohon kelapa, dengan dinding dan lantai dari papan rempesan (limbah pabrik kayu), dan beratap daun nipah (daun pohon aren).
Waktu Zhee masuk nih anak-anak kecil pada ribut sekali, kak Fati ternyata belum datang jadi mereka asik bermain. Waktu mereka liat Zhee menenteng jajanan yang sengaja Zhee beli untuk mereka tadi siang, mereka langsung menyerbu Zhee bukannya salaman atau cipika cipiki kek tapi malah tangan Zhee yg diserbu (makanannya maksudnya). Tapi abis dapet jajanan kok mereka langsung tertib ya? Langsung duduk melingkar, rapiiiiiiiih sekali, wah jajanan Zhee bikin mereka duduk tenang rupanya. Aneh...! kayaknya bukan itu alesannya mereka tenang, Zhee menoleh ternyata ada kak Fati yg lagi cengar-cengir, yeeee Zhee-nya udah GR aja.. hehehehhehe...
Masuk ke materi, waktu itu kak Fati ngajarin banyak buat anak-anak kurang mampu itu. Terakhir sebelum pulang kak Fati tanya ke anak-anak “siapa yang tahu artinya bersyukur?”. Semua tunjuk jari, kak Fati memilih Galang, si gembul yang doyan makan. Galang bilang “bersyukur itu cepet-cepetan ngambil jajanan yang dibawa kak Zhee, terus langsung dimakan biar gak mubadzir”, semua tertawa. Banyak sekali jawaban anak-anak itu, tapi ada jawaban yang benar-benar berbeda dari seorang anak bernama Lily, Lily bilang,
“bersyukur itu tetep tersenyum waktu adek masuk rumah sakit, tetep bangga walaupun bapak ngambilin sampah, tetep kangen kakek sama nenek walaupun sering ketemu di kuburan, tetep sayang ibu walaupun sering marah-marah, Lily juga berusaha gak nangis waktu Ibu meninggal, soalnya Lily tahu kalo Lily nangis pasti semuanya ikut sedih, Lagian Lily kan masih punya semuanya, Lily punya kakak semua yang sayang sama Lily”
Semua terdiam setelah Lily menjelaskan arti bersyukur menurut versinya. Kak Fati memeluk gadis mungil yang sangat manis itu. Lily menagis terisak lama sekali. Semua tahu Lily anak paling pintar tapi perekonomian keluarganya kurang beruntung.
Singkat cerita sore itu saya pulang sambil termenung, ya Allah gadis sekecil itu sudah Engkau beri cobaan seberat itu. Seminggu yang lalu Engkau mengambil Ibunya dalam pelukan gadis kecil itu? Kemarin Engkau memberi rasa sakit untuk adiknya yang masih berumur 3 tahun, melihat nisan kakek & neneknya setiap hari meski dia tidak tahu kenapa? sedangkan dia baru berusia 7 tahun ya Allah... tapi gadis itu Engau beri hati yang besar dia ikhlas dan tidak mengeluh, sedangkan aku ya Allah..!! aku malu pada diriku sendiri, Engkau hanya membuat orang tuaku tidak berada dirumah satu hari aku sudah mengeluh, Engkau mengirimkan hujan penuh berkah aku menolaknya hanya karna tak bisa menikmati matahari untuk 1 jam, engkau datangkan matahari aku mengeluh panas.. Ya Allah.. Ya Rob.. ampuni hamba-Mu yang tidak pernah bersyukur ini..!! L
Teman-teman semuanya, Zhee harap kita semua bisa belajar dari Lily tentang bagaimana mensyukuri hidup yang sudah dikasih sama Allah. Kita itu tidak minta tangan aja dikasih sama Allah, kita tidak minta mulut juga dikasih sama Allah. Harusnya kita malu ya kalau tidak pernah mengucapkan terima kasih minimal “Alkhamdulillah”. Mulai hari ini apa pun keadaan yang Allah kasih ke kita kita wajib bilang terima kasih sama Allah.. oke? Siiip..
Sungguh..
hanyalah kesabaran dan lantunan syukur adalah penguat bagi yang sedang lara dalam perjalanan memenuhi perbekalan ini..
Sungguh..
shalatlah yang menjadi penghibur dikala punggung tak lagi kuat menanggung beban
Sungguh..
adalah do’a yang menjadi pengikat keyakinan bahwa Rabb tak mungkin meninggalkan kita sendirian..
Sungguh..
adalah bagun di sepertiga malam terakhir yang menjadi pertemuan agung untuk menguatkan azzam dan memperkuat kecintaan pada-Mu Rabb ..
Dan juga..
Bukan..
bukan kamu yang kucari…
Ketika dengan bertemu denganmu tak bertambah iman dalam hati ini..
Bukan..
bukan kamu yang kuinginkan..
Jika berbicara denganmu tak menguatkan kecintaanku pada Rabbku
Bukan..
bukan kamu yang aku perlukan..
Jika berjuang bersamamu malah membuat riya’ diri ini…
Sekali lagi bukan,
ini adalah penegas rasa dan karsa…
Bahwa kamu tak seharusnya menjadi berhala baru dalam diri ini….
aku Hanya Ingin Cinta Yang Halal
Denganmu tentu atas izinNya.
Dapet ilmu bagus banget waktu Liqo’ bersama teman-teman di LDK (Lembaga Dakwah Kampus) UDINUS Tanggal 2 Mei 2010 dengan Murobbi Ukhti Sinta. Temanya taubat dan istighfar. Oke deh saya mulai langsung aja ya..
Assalamu’alaykum Wr. Wb.
Istighfar jika diartikan secara istilah adalah kembali dekat dengan Allah setelah jauh dariNya atau pengakuan diri atas dosa yang pernah dilakukan berupa rasa menyesal, berhenti dari kemaksiatan dan bertekat untuk tidak mengulanginya dimasa depan. Ada ni alasan2 tertentu yg membuat manusia harus bertaubat.
Ada 6 alasan Mengapa manusia harus bertaubat??
1.Manusia pasti berdosa.
Kawan, kalo lagi ngomongin dosa nih, hmmmm rasanya kok bikin pikiran kita beraaat gitu ya.. hehe.. (loh kok ketawa..) Astaugfirullah..
Fakta yang sudah tidak terbantahkan lagi kalau setiap manusia itu pasti berdosa, seperti maling, berzina (wah berat ya??) gak usah jauh2 deh kaya’ kita mgobrol2 gak penting udah dosa lo.. (dosanya dimana ya?) kalo obrolannya gak penting berarti kita udah menyia-nyiakan waktu kan? Menyia-nyiakan waktu kan termasuk mubadzir dan orang yang mubadzir itu temennya SETAN..! (tau dari mana?) kan ada di
Al-Qur’an surat Al Isra : 27
“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudaranya setan dan sesungguhnya setan itu sangat ingkar kepada tuhannya.”
Daripada kita ngobrol ngalor-ngidul gak jelas, mending kita baca2 apa gitu, atau ngapain gitu, yg penting bermanfaat. Kalo udah terlanjur melakukan dosa? Ya tinggal bertaubat aja pintu taubat dibuka lebar sampe kiamat terjadi itu pun kalo gak meninggal duluan..
2.Dosa penghalang antara manusia dan Allah.
Duh dosa lagi ketemunya? Gak apa2 deh baru alasan ke-dua, terus biar kita tau kalo setiap hari kita harus bertaubat.
Kalo alasan yang satu ini.. hmmm contohnya kita meninggalkan sholat fardhu dengan sengaja, padahal sholat itu kan waktu yang paling berharga, saatnya kita berjumpa dengan Sang pemilik alam semesta. Udah dosa karena gak sholat, ditambah lagi kehilangan kesempatan dekat dengan Allah. Yaaaahhh nyesel deh.. lagi lagi harus bilang Astaughfirullah.
3.Dosa pembawa kehancuran cepat ataupun lambat.
Jelas ya kalo yang satu ini, contoh yang paling ngetren saat ini adalah korupsi. Lihat aja para koruptor, pencuri berdasi itu senang ketika ngambil uang rakyat, “gak ketaun” pikir mereka. Padahal sepandai-pandainya tupai melompat pasti kan jatuh juga. Kalo udah ketahuan, hancur sudah nama baiknya, tercoreng nama keluarganya. Pokoknya hancur deh. Astaughfirullah....
4.* “Andai ada manusia yang tidak melakukan dosa, pasti Dia pernah punya keinginan untuk melakukannya”
* “Andai ada manusia yang tidak pernah punya keinginan melakukan dosa, pasti Dia pernah lalai dalam mengingat Allah”
* “Andai ada manusia yang tidak pernah lalai dalam mengingat Allah, pasti Dia tidak akan mampu memenuhi hak Allah sepenuhnya”
Lihat aja dari 3 “andai” diatas. Dari sekian “andai” tidak satu pun manusia yang tidak berdosa.. semuanya pernah lalai menjadi hamba Allah yang patuh. Walaupun banyak point plusnya, pasti ada aja point minusnya. Tapi bukan berarti hal ini membuat kita menjadi orang yang putus asa ya,, justru harusnya ini membuat semangat kita menjadi orang yang benar itu semakin terpacu gitu ya.. Oke teman-teman.. Siiiip J
5.Allah memerintahkan kita untuk bertaubat.
QS. at-Tahrim (66) : 8
“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: " Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu ". “
QS. an-Nur (24) : 31
“.................................., Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
QS. Hud (11) : 3
“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari yang besar (Kiamat)”
Saudara-saudaraQ, Allah begitu jelas memberi tahu kita tentang pentingnya bertaubat, dari penggalan surat-surat diatas harusnya kita senantiasa menjadi manuia yang selalu bertaubat. Gak usah nunggu tua nanti, tahun depan, besok, ataupun satu jam lagi. Tapi mari kita bertaubat SEKARANG. Karena Allah sudah jelas memberi tahu kita, maka kita harusnya juga jelas mematuhinya. Siap?? OKE!! J
6.Karena Allah mencintai orang-orang yang bertaubat.
QS. al-Baqarah (2) : 222
“.......................,Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”
Deg... Allahu akbar... saudara-saudara sekalian.. Allah mengatakan Dia mencintai kita, taukah kawan, sepenggal surat yang isinya tidak utuh aja bisa membuat kita bahagia. jadi deg deg an.. bukankah kalimat itu indaaaaaaaaaaah banget kan? Kalimat itu bisa kita rasakan kalau setiap waktu kalau kita mematuhi-Nya setiap waktu juga. Kalimat itu juga bisa kita jadikan motivator untuk menjadikan kita senantiasa menjadi manusia yang selalu bertaubat.
Jadi saudara-saudaraku semuanya sebelum kesempatan yang sudah Allah berikan kepada kita, kita sia-siakan gitu aja. Bahkan untuk hal2 gak penting, ada baiknya kita bertaubat aja. Minimal kita mengucapkan Astaugfirullah... dari pada kita ngucapin kata2 umpatan yg sama sekali gak mutu. itu sudah menjadi langkah awal yang baguuuuuuuuuus sekali. Siap menjadi generasi islami ya, karena kita adalah generasi penerus bangsa..
Ya ALLAH........
izinkan aku lebih dekat denganMU
tuk curahkan sgala rasa yang membuncah
Ya ALLAH........
izinkan aku bersimpuh dalam kasihMU
tuk lepaskan sgala galau yang meradang
Ya ALLAH........
izinkan aku mendekap hangat cahyaMU
tuk menghapus noda2 yang tlah kotori hati
Yaa ALLAH Sang Maha Cinta
biarlah aku hanya mencintaiMU
bila itu kan penuhkan keihlasan di dalam jiwaku
biarlah aku lebih mencintai RasulMU
bila itu kan hilangkan smua kerinduanku
biarlah aku tenggelam dalam cintaMU
bila itu membawaku dalam keridhoanMU
Yaa ALLAH......
aku tak sesuci Bunda Maryam
aku tak sehebat Khadijah
aku tak secerdas Bunda Aisyah
dan tak setegar Fatimah
namun.......
ku coba menjaga kesucian hati padaMU
ku coba segenap hati mencintai kekasihMU
ku coba semampu diri memahami ayatMU
ku coba seikhlas hati menjalani ujian dariMU
Ya ALLAH
bila senyum satu2nya keikhlasan yang ku punya
jangan izinkan musuhku mengambilnya dariku
bila ENGKAU satu2nya tempat mengadu
ridhoilah aku selalu istiqomah di jalanMU
Yaa ALLAH
biarlah ENGKAU menjadi curahan seluruh cintaku
hingga kelak aku bertemu denganMU
Aku sudah berusaha membuatmu maya bagiku tapi kenapa perasaanku padamu terasa begitu nyata benar-benar hidup.. duniaku tak lagi berbicara ‘jaga diri’ duniaku mulai berbisik ‘cinta ini’ aku tidak mengerti apa mau hati ini? mungkin bukan hati yang bicara.. iblis mulai merasuki jiwa, dan... aku tak mampu lagi bicara.. kurasa ini bukan cinta.. cinta tidak pernah terus terang.. dia malu, Tapi kalau bukan cinta? Lalu apa?