Rabu, 16 Oktober 2013

Management Galau


Oh My God, sudah lama aku tidak menulis. Sampai deg-degan rasanya. Well sebelum aku banyak bercerita, akan kuperkenalkan dulu diriku yang baru. Now I’m a techer in a vocational high school. Tak kusangka aku akan menjalani profesi yang tidak aku inginkan. But, I had forgotten that. And the fact is now here I’m, itu yang harus aku pahami. Cukup mengenalku sampai disitu. Hari ini aku akan bercerita tentang “Management Galau”.
Sebelumnya, marilah sejenak kita renungkan arti kata galau. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, galau-atau bergalau-adalah sibuk beramai-ramai, sangat ramai, berkacau (tidak keruan). Menurut Pak Mario Teguh, galau adalah perasaan tidak damainya seseorang karena belum memiliki kejelasan. Menurut artikel-artikel lain, galau adalah keadaan saat kita ragu akan apa yang ada sekarang. So? Sudah tau maksud dari kata galau? Now time to know how to manage that condition! Yes, kondisi dimana kta sedang GELISAH.
Today, 12 oktober 2013, yeeeeee hari sabtu, it’s Saturday body.. I’m soooooo happy, you know why? Because Every Saturday I will meet my beloved :* ... Aku bangun pukul 4 pagi dengan penuh senyuman, aku bernyanyi sepanjang aku terjaga sampai sepanjang perjalanan ke kantor pagi ini, “hari yang kutunggu” begitu pikirku. Aku begitu gembira, berharap sesuatu yang baik akan menyapaku sore ini, jujur saja, sudah lebih dari seminggu hal buruklah yang lebih suka bertemu denganku. Masih kabar baik yang kudengar sampai pukul 10.20 WIB, I heared something that make me down. He’s will not coming here. Am I shock? No..! Am I “Galau”? Yes..!! gak usah kaget gitu, remember, I’m still a young woman who need a love.
Hiks, dia gak kesini, impianku jatuh lebih rendah dari pada lantai yang ku injak. Mau ngapa-ngapain jadi males. Tak ada lagi nyanyian seceria pagi tadi.. huaaaaaa :’( nangis ber ember-ember (lebay). Harapanku untuk hari ini dan besok sederhana, aku ingin dia yang menjadi obat bagi luka psikisku, hadir untuk membalutnya. Tapi tapi tapi... Temannya datang jauh dari jakarta, mereka sudah lama tak bertemu, haruskah aku EGOIS?? Sudahlah aku tak berhak atas hidupnya. Terima nasip saja.
So what should I do? Biar lupa sama kegalauan? Yes, aku melakukan hal produktif sebanyak yang aku bisa. Contohnya menuliskan cerita ini, sedikit mengurangi perasaan gelisah. Lalu aku juga mencuci sepatu, membersihkan rumah, memasak, daaannnn banyak lagi. Juga melakukan pekerjaan kantor yang tak perlu kukerjakan segera.
Apakah hilang perasaan galauku? Tentu tidak. Tapi setidaknya aku bisa melupaknnya sampai aku mendapatkan obat antI galaunya. Begitu caraku memanagement perasaan Galau yang hinggap pada otakku hari ini.
IKHLAS dan SABAR....!!! kuncinya sih itu ya...

12 0ctober 2013
~fa~